Sejumlah pelaku industri telekomunikasi dan teknologi menyebut sejumlah dampak pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam perusahaan mereka. Sejumlah dampak tersebut, mereka ungkapkan dalam acara diskusi di ajang Selular Award 2025 yang bertemakan “Capitalizing On The AI Revolution”. Ada sejumlah ahli telekomunikasi dan teknologi yang menjadi panelis dalam diskusi yang dipandu oleh CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana selaku moderator. Para pembicara tersebut yakni Feby Sallyanto selaku Chief Enterprise Business Officer XLSmart for Business, Ronni Nurmal yang merupakan Director & Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Trihan Marsudi selaku GM Network Digitalization and Analytic Platform Telkomsel, LIOLIO yang merupakan Virtual CEO Lion Parcel, dan Aqsath R Naradhipa selaku CEO NoLimit Indonesia. Selain itu, ada juga Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Komdigi, Aju Widya Sari, serta Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys selaku pembicara kunci. Ronni Nurmal yang merupakan Director & Head of Government and Industry Relations mengatakan jika pemanfaatan AI sangat berdampak kepada Ericsson. “Seperti kita ketahui, belakangan ini ada kenaikan penggunaan AI, dan bagi Ericsson telah memanfaatkan AI untuk sisi operasional maupun dari sisi bisnis kami,” ujarnya.
Hal senada juga Chief Enterprise Business Officer XLSmart for Business, Feby Sallyanto ungkapkan. Feby mengatakan ada enam dampak yang perusahaannya alami usai mengadopsi AI. “Manfaat AI di XLSmart yakni efisiensi tim penjualan, strategi marketing yang lebih cerdas, enchance home productivity. Selain itu, juga penguatan produk enterprise fiber to the X, AI Led network dicision, hingga produktivitas SDM,” ujar Feby. Sementara itu, Trihan Marsudi selaku GM Network Digitalization and Analytic Platform Telkomsel menjelaskan jika perlu adanya AI untuk mengontrol produk hingga membantu para pelanggannya. “Pelanggan kami yang lebih dari 150 juta tentu sangat sulit jika harus dipantau secara manual. Kini dengan bantuan AI, Telkomsel bisa cepat memantau jaringan hingga perbaikan yang cepat jika ada masalah,” jelasnya.





